Pengadilan Agama Kelas 1A Pekalongan

Jl. Dr. Sutomo No.190 Pekalongan Timur - Kota Pekalongan

Berita Duka

IInna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia Ibu Sri Mulyani, SH. MH., Isteri dari Bapak M.Munir, SH.MH Panitera Pengadilan Agama Pekalongan, Semoga khusnul khotimah. Semua khilaf di ampuni Allah dan ibadahnya du ridloiNya.

Read more

Pelepasan PPL Mahasiswa IAIN Pekaloongan di Pengadilan Agama Pekalongan

RAHASIA HIKMAH DIBALIK SALAT TEPAT WAKTU

Oleh:

DR.Drs.Muhlas,S.H.,M.H[1]

 

Berangkat dari memahami ayat Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 56 :

 

Yang Artinya :” Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.

Pemahaman pengabdian hamba kepada Tuhanya (Sang Khaliq)  dalam kontek ritual adalah sering disebut dengan istilah ibadah. Banyak bentuk ibadah yang dapat dilakukan hamba agar ibadah yang dilakukan mendapatkan nilai ( baca: ridla).  Dalam Islam membagi ibadah kedalam dua kategori yaitu ibadah mahdlah dan ghairu mahdlah ( ibadah wajib dan selain wajib).

Secara hermeneutika orang awam setiap menyebut ibadah adalah selalu berbentuk salat, agar tulisan sederhana ini tidak melebar pada pemahaman lain dalam kontek ibadah hanya untuk salat, maka fokus maksud pemahaman pengabdian dari makna ayat 56 di atas akan difokuskan tentang pentingnya salat.

Allah SWT memberikan instrumen berupa akal fikiran kepada manusia  agar mampu melakukan kontemplasi betapa pemurahnya Allah SWT kepada hambanya, ternyata melalui metode salat akan ditemukan beberapa hikmah yang sangat sarat makna ; diantaranya berupa  anugerah rahmat, hidayah, maunah  dan maghfirah untuk hamba yang taat.

Salat merupakan metode komunikasi hamba dengan sang Khaliq, menurut Ibnu Taimiyah ;   ibadah pada asalnya mengandung pengertian rasa hina terhadap yang dipuja.”[2] Ada bagian ritual salat yang sangat fondamental yaitu saat hamba menyerahkan diri akan ibadah salatnya, hidup dan matinya untuk sang Khaliq adalah merupakan pengakuan betapa hinanya manusia di hadapan Allah SWT. Kondisi itu akan berbanding terbalik dengan betapa Allah SWT sangat Pemurahnya kepada hamba yang taat melakukan penghambaan dengan diberikan keridlaan yang luar biasa dan tidak akan diberikan kepada mahluk lain kecuali menjalankan perintahNya.

Banyak literatur dan forum kajian yang memberikan gambaran rinci bagaimana ummat manusia harus beribadah kepada Allah SWT, bahkan ummat Nabi Muhammad SAW  wajib bersyukur dengan tidak perlu susah payah mencari guru atau pembimbing rohani sampai dapat memahami dengan mudah dan sangat jelas melalui peran para Ulama’ Salaf yang dengan kema’rifatan ilmu yang dianugerahkan Allah kepadanya, sehingga dapat  memberikan pencerahan melalui karyanya yang dapat difahami sealur dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Salat merupakan sarana paling utama yang menjadi konsep penghambaan manusia kepada Allah SWT, sampai-sampai disebutkan bahwasanya salat merupakan tolok ukur amaliah manusia selama hayatnya yang akan dipertanggung jawabkan di hadapan sang Khaliq. Hal inilah mengapa dianjurkan salat dilakukan pada tepat waktu dan lebih baik dilakukan dengan  berjamaah, apabila dibahas betapa besarnya hikmah salat berjamaah dan bagaimana kaifiatnya akan memperlebar tulisan yang dikawatirkan justru akan bias. Untuk itu tulisan ini hanya dibatasi berkisar tentang hikmah salat dilakukan tetap waktu.

Penulis akan mencoba menampilkan hadits Bukhori nomor 522 sebagai jalan awal melakukan penjabaran kontemplasi, hadits dimaksud sebagai berikut :

حدّثنا عبدُاللهِ بنٌ يوسفَ قا ل حدّثنا مالكٌ عن أبي الزِنادِ عن الأعرَجِ عن أبي هريرةَ  أنّ رسول اللهِ ص.م. قال يَتَعَاقَبُونَ فِيكُم مَلاءِكَةٌ بالَيلِ ومَلاَءِكَةٌ بالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ في صَلاَةِ الفَجْرِ وَصَلاَةِ العَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الّذِيْنَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْألُهُم فَهُو اَعْلَمُ بِهِم كَيفَ تَرَكْتُم عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُم وَهُم يُصَلُّونَ. 

 روه البخري      

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Yusuf berkata,telah menceritakan kepada kami Malik dari Abu Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah: bahwa Rasulullah SAW bersabda : Para Malaikat malam dan malaikan siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat fajar (subuh) dan Ashar, kemudian Malaikat yang menjaga kalian naik keatas hingga Allah ta’ala bertanyakepada mereka dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para HambaNya), keadaan mereka (para hambaNya) : dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaKu ? para Malaikat menjawab ; kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan salat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka,mereka sedang mendirikan salat”.

Betapa bahagianya hamba Allah yang sedang di laporkan oleh Malaikat  ke Rabbnya dalam keadaan yang demikian, bahkan Ulama sufi Imam Ghazali menulis dalam karya besarnya bahwa bagi hamba yang dilaporkan seperti dalam kondisi di atas mendapat garansi ampunan ; سبحن الله والحمد لله ولا اله الا الله و الله اكبر   penjelasan tersebut sebagaimana jawaban Allah SWT atas laporan Malaikat tentang hambaNya dalam redaksinya sebagai berikut :

 

... تَرَكْنَا هُم وهُم يُصلون فيقول الله سبحانه و تعالي  أشْهَدَكُم أنِّي قَد غَفَرتُ لَهُم.[3]

 Artinya :... saya tinggalkan mereka dan mereka sedang mendirikan salat; Allah SWT berfirman : saksikanlah oleh kalian para Malaikat bahwa aku telah mengampuni mereka.

 

Apa korelasinya antara Allah Yang Maha Tahu harus bertanya kepada Malaikatnya tentang hamba? Pertanyaan itu adalah merupakan bentuk kemurahan Allah kepada Hambanya  karena memberikan  imbalan langsung yang disaksikan oleh Malaikat.  Jadi peran pertanyaan tersebut dalam kontek agar Malaikat juga ikut menyaksikan betapa hamba yang taat sangat disayang oleh Allah SWT.

Ada harapan kecil yang ingin penulis sampaikan dalam paparan ini yaitu berupa ajakan untuk kita berlari berebut garansi ampunan Allah SWT  karena kesempatan itu tidak selalu ada menyertai kita.

Relakah kita melewatkan garansi itu? Lalu kapan kita akan berlomba mengejarnya? Semua tergantung pada pilihan habaNya.

Ujung dari kehidupan kita didunia adalah ridla Allah SWT, dengan garansi dari Allah  berupa  ampunan   Insya Allah Ridlo yang kita cari akan kita peroleh dengan syarat anjuran itu dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Buah dari ikhlas adalah sabar dengan sabar hidayah akan datang dengan hidayah semua amaliah akan ringan dilakukan.

Rahasia itulah sebagian dari rahasia-rahasia besar lainya  melakukan salat lima waktu dan amaliah hasanah  yang menyertai salat lima waktu itu yang menjadi hikmah di balik mengapa kita perlu salat tepat waktu dan lebih dianjurkan dengan berjamah.

Semoga kita mampu memeneg waktu dengan baik dapat melakukan salat tepat waktu dengan berjamaah apapun kondisinya dan di manapun kita berada agar kita mendapatkan kebahagian dunia dan akherat sehingga kita dapat tergolong  hamba yang khusnul khotimah. Aamiin. Aamiin . Aamiin  ya Allah ya Rabbal alamiin.

Wa Allah al a’lam bi al shawab.



[1] .Wakil Ketua Pengadilan Agama Pekalongan Kelas 1A.

[2] . https://jalahati.wordpress.com/2013/03/02/konsep-ibadah-dalam-islam/

[3] .Ihya’ Ulumiddin Juz 2 h.86.